KAPUAS MURUNG, Rabu/03 Juni 2026 — Untuk menghadapi tantangan arus informasi di era digital, sekolah dan berbagai instansi bahasa terus menggencarkan program pembinaan literasi.
Fokus utama saat ini beralih dari sekadar membaca biasa menuju peningkatan kompetensi membaca kritis dan analitis bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa agar tidak hanya mampu memahami teks secara harfiah, tetapi juga terbiasa menganalisis, mengevaluasi, dan merefleksikan kembali isi bacaan.
Pentingnya Membaca Kritis di Era Digital Membaca kritis menjadi kompetensi krusial bagi pelajar tingkat menengah. Dengan maraknya penyebaran informasi yang tidak akurat di internet, siswa dituntut untuk memiliki nalar kritis dalam memverifikasi kebenaran sebuah informasi.
Melalui program pembinaan ini, para siswa didorong untuk mengidentifikasi tujuan penulis, mengenali bias dalam teks, dan menarik kesimpulan yang logis dan objektif. Metode pembelajaran yang diterapkan biasanya meliputi close reading (membaca cermat), diskusi interaktif, dan analisis teks berbasis masalah.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Balai Bahasa Upaya peningkatan kompetensi ini secara masif dilaksanakan oleh berbagai Balai Bahasa di daerah. Rangkaian bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi terus digelar untuk memastikan para siswa memiliki kesiapan literasi yang matang, termasuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis.
Dengan dibekali kemampuan membaca kritis, para siswa dinilai akan lebih siap menghadapi tantangan dunia akademik maupun dunia kerja setelah lulus nanti.
Guru Sebagai Ujung Tombak LiterasiKeberhasilan program literasi ini sangat bergantung pada peran aktif para guru di sekolah. Para pengajar didorong untuk menjadi agen literasi yang mampu memupuk rasa ingin tahu siswa serta membiasakan mereka untuk tidak langsung menelan mentah-mentah informasi yang dibaca.
Diharapkan, program pembinaan yang berkesinambungan ini dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, reflektif, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.